Konsep
Dasar Diagnostik Kesulitan
Belajar
A. Pengertian Diagnosis
Diagnosis merupakan istilah teknis
(terminology) yang kita adopsi dari bidang medis. Menurut Thorndike dan Hagen
(1955:530-532), diagnosis dapat diartikan sebagai:
(1)
Upaya atau proses menemukan kelemahan
atau penyakit (weakness, disease) apa yang di alami seseorang dengan melalui
pengujin dan studi yang saksama mengenai gejala-gejalanya (symptons);
(2)
Studi yang saksama terhadap fakta
tentang suatu hal untuk menemukan karakteristik atau kesalahan-kesalahan dan
sebagainya yang esensial;
(3)
Keputusan yang dicapai yang dicapai
setelah dilakukan suatu studi yang saksama atas gejala-gejala atau fakta
tentang suatu hal.
Dari ketiga pengertian di atas, dapat
kita maklumi bahwa di dalam konsep diagnosis, secara implicit telah tersimpul
pula konsep prognosisnya. Dengan demikian, di dalam pekerjaan diagnostic bukan
hanya sekedar mengidentifikasi jenis dan karakteristiknya, serta latar belakang
dari suatu kelemahan atau penyakit tertentu, melainkan juga menimplikasikan
suatu upaya untuk meramalkan (predicting) kemungkinan dan menyarankan tindakan
pemecahannya.[1]


