Pages

Subscribe:

Kamis, 26 Januari 2012

DINASTI SAFAWI DI PERSIA (IRAN)

DINASTI SAFAWI

1. Sejarah berdirinya Kerajaan Islam Safawi
 Ketika kerajaan Usmani sudah mencapai puncak kemajuannya, kerajaan Safawi di Persia baru berdiri. Kerajaan ini berkembang dengan cepat. Dalam perkembangannya kerajaan Safawi sering bentrok dengan kerajaan Usmani. Kerajaan Safawi berasal dari sebuah gerakan tarekat yang berdiri di Ardabil, sebuah kota di Azerbaijan. Tarekat ini di beri nama tarekat Safawiyah, dadirikan pada waktu yang hampir bersamaan dengan berdirinya kerajaan Usmani. Nama Safawiyah di ambil dari nama pendirinya yaitu Syah
Ismail Safawi pada tahun 907 H/150.  Syafawi  merupakan salah satu dari tiga kerajaan besar di dunia islam pada abad pertengahan. Di sebelah barat kerajaan ini berbatasan dengan kerajaan Usmani dan di sebelah timur berbatasan dengan kerajaan islam Mughal.Kerajaan Safawi menjadikan Syiah sebagai  madzhab resmi negara dan menjadikan Persia sebagai pusat aliran ini.

2. Masa kejayaan

Ada tiga sultan yang termasuk sultan besar, yaitu Syah Ismail Safawi (1501-1524), Syah Tahmasp I (1524-1576) dan Syah Abbas (1585-1629). Kemajuan di alami pada saat  raja safawi kelima, Abbas I naik tahta. Langkah-langkah yang di tempuh oleh Abbas I dalam memulihkan kerajaan safawi adalah: pertama, berusaha menghilangkan dominasi pasukan Qizilbash atas kerajaan safawi dengan cara membentuk pasukan baru yang anggotanya terdiri dari budak-budak, berasal dari tawanan perang bangsa Georgia, Armenia, dan Sircassia yang telah ada sejak  raja Tahmasp I;kedua, mengadakan perjanjian damai dengan Turki Usmani. Dan untuk mewujudkan perjanjian ini, Abbas I terpaksa menyerahkan wilayah Azerbaijan, Georgia dan sebagian wilayah di Luristan. Abbas I juga berjanji tidak akan menghina tiga khalifah pertama dalam islam dan sebagai  jaminannya ia menyerahkan saudara sepupunya, Haidar Mirza sebagai sandera di Istanbul. Secara politik, AbbasI mampu mengatasi berbagai kemelut di dalam negari yang mengganggu stabilitas negara dan berhasil merebut kembali wilayah-wilayah yang pernah di rebut oleh kerajaan lain pada masa raja-raja sebelumnya. Kemajuan yang di capai kerajaan safawi  tidak hanya terbatas di bidang politik. Di bidang lain, kerajaan ini mengalami banyak kemajuan, di antarannya:
A.  Bidang Ekonomi
Stabilitas politik kerajaan safawi pada Abbas I telah memacu perkembangan perekonomian safawi, terlebih setelah kepulauan Hurmuz di kuasai dan pelabuhan Gumrun di ubah menjadi bandar Abbas. Dengan di kuasainya bandar ini maka salah
satu jalur dagang laut antara timur dan barat yang biasa di perebutkan oleh Belanda, Inggris dan Prancis sepenuhnya menjadi kerajaan safawi. Di samping sektor perdagangan kerajaan safawi juga mengalami kemajuan di sektor pertanian terutama di daerah bulan sabit  subur (Fortile Cresent).

B. Bidang Ilmu Pengetahuan


ilmu pengetahuan merupakan salah satu kemajuan yang dialami dinasti syafawi, sehingga bangsa ini dikenal sebagai bangsa yang berperadaba tinggi dan berjasa mengembangkan ilmu pengetahuan



Dalam sejarah islam bangsa Persia dikenal sebagai bangsa yang berperadaba tinggi dan berjasa mengembangkan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila pada kerajaan Safawi tradisi keilmuan terus berlanjut.
Beberapa ilmuan yang selalu hadir dalam majlis istana, yaitu Baha Al-Din Al-Syaerazi, generalis ilmu pengetahuan, Sadar Al-Din Al-Syaerazi, filosof dan Muhammad Baqir ibn Muhammad Damad, filosof, ahli sejarah, teolog dan seorang yang pernah mengadakan observasi mengenai kehidupan lebah-lebah.

C. Bidang Pembangunan Fisik dan Seni
Para penguasa kerajaan ini telah berhasil menciptakan Isfahan, ibu kota kerajaan, menjadi kota yang indah. Di kota tersebut berdiri bangunan-bangunan

indah, seperti masjid-masjid, rumah sakit, sekolah-sekolah, jembatan di atas Zende Rud, dan istana Chihil sutun. Di kota ini juga diperindah dengan taman-taman wisata yang ditata secara bagus. Ketika Abbas I wafat, di Isfahan terdapat 162 masjid, 48 akademi, 1802 penginapan dan 273 pemandian umum.
Di bidang seni, kemajuan nampak begitu kentara dalam gaya arsitektur bangunan-bangunannya, seperti terlihat pada masjid sha yang di bangun tahun 1611 M dan masjid Syaikh Lutf Allah yang di bangun tahun 1603 M. Unsur seni lainnya terlihat pula dalam bentuk kerajinan tangan, keramik, karpet, permadani, pakaian-pakaian dan tenunan, mode, tembikar dan benda seni lainnya. Seni lukis mulai di rintis sejak zaman Tahmasp I. Raja Ismail I pada tahun 1522 M membawa seorang pelukistimur ke Tabriz. Pelukis itu bernama Bizard

3. Raja-Raja Yang  Pernah Memerintah


NO
NAMA
MASA PEMERINTAHAN
1
Syah Ismail Safawi
1501-1524
2
Syah Tahmasp
1524-1576
3
Syah Ismail II
1576-1578
4
Muhammad Khudabanda
1578-1588
5
Syah Abbas I
1588-1629

6
Safi’i
1629-1642
7
Syah Abbas II
1642-1666
8
Sulaiman
1666-1694
9
Husain I
1694-1722
10
Syah Tahmasp II
1722-1732
11
Syah Abbas III
1732-1736
12
Nadzirsyah Afsar
1736-1747
13
Adil
1747-1748
14
Rukh
1748-1749
15
Sulaiman II
1749-1750
16
Ismail  III
1750-1753
17
Husain II
1753-1786
18
Muhammad
1786




Tidak ada komentar:

Posting Komentar