Pages

Subscribe:

Rabu, 01 Februari 2012

KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM DI NUSANTARA

Kerajaan – Kerajaan Islam

1.      Samudra Pasai (1238-1414)
Pendiri : Nazimuddin Al-Kamil
-          Sultan Malik Al-Saleh (Raja Pertama)
-          Sultan Malik Al-Zahir / Thahir
-          Sultan Malik Al-Mahmud dan Sultan Malik Al-Mansur
-          Sultan Ahmad Perumadat Perumal
Faktor perkembangan:
-          letak yang strategis
-          Penaklukkan daerah
Faktor kemunduran
-          Raja Berselisih antara syiah dan syafi’i
-          Perkembangan pesan di malaka
2.      Demak (1500-1546)
Latar belakang : Girindrawardhana mengalahkan raja Brawijaya V sehingga diserang oleh kekuatan Islam di pesisir.
Rajanya :
-          Raden Patah (Pendiri)
-           Adipati Unus
-          Sultan Trenggana
Ø  Raja terkuat Sultan Tranggana pata tanggal 22 Juni 1527 menguasai sunda kelapa dengan mengalahkan penjajahan yang berkerjasama dengan portugis
Ø Mendirikan kerajaan banten dan cirebon
Ø Keruntuhan : Perebutan kekuasaan sepeninggal Sultan Trenggono dan berdirilah Kerajaan Pajang (Jaka Tingkir)

3.      Aceh (1514-1675)
 Latar belakang : malaka dikuasai oleh Portugis pedagang islam lari ke aceh
 Rajanya :
-   Sultan Ali Mughayat Syah (Pendiri)
-    Sultan Salahudin
-   Sultan Alaudin Riayat Syah al-Kahar
-    Iskandar Muda
-    Iskandar Thani
Faktor perkembangan:
-          Penaklukkan syiar Islam suluruh Nusantara sampai Malaysia
-          Perkembangan sastra baik syiah / sunni
Faktor  Runtuhnya :
-          Adu domba belanda sehingga kerajaan-kerajaan vasal lepas
-          Serangan ke malaka
-          Daerah taklukan memisahkan diri
-          Perpecahan antar golongan
4.      Pajang (1546-1575)
Latar belakang munculnya: Jaka Tingkir mengalahkan Arya Penangsang dan memindahkan pusat Kerajaan Demak ke Pajang.
 Rajanya :
-          Jaka Tingkir (Sultan Hadiwijaya/Maskarebet)
-          Pangeran Benowo
Runtuhnya : Perebutan kekuasaan setelah kematian Jaka Tingkir dan ditumbangkan oleh pangeran Pangiri yang bersatu dengan Ki Gede Pamanahan dan  Sutawijaya (Panembahan Senopati) memindahkan kerajaan  ke Mataram
5.      Banten (1552-1733)
 Munculnya : Daerah Banten di Islamkan oleh Fatahilah dari Demak, dan diserahkan kepada Puteranya Sultan Hasanudin (menantu Demak).
Rajanya :
Sultan Hasanudin (Sultan Pertama)
Raja yang jaya : Sultan Ageng Tirtayasa
-          Anti Belanda
-          Kerjasama dengan mataram Islam melawan Belanda
Keruntuhan :
-          Raja yang lemah
-          Adu domba belanda
-          Belanda memperkuat diri di Batavia
6.      Mataram Islam (1575-1755 )
Munculnya : Ki Ageng Pamanahan dan putranya Sutawijaya diberikan tanah (Mataram) oleh Jaka Tingkir, dan termasuk Vasal dari Pajang.
Rajanya :
-          Sutawijaya
-          Raden Mas Jolang
-          Adipati Martapura
-          Sultan Agung / Raden Rangsang (Mataram mencapai puncak kejayaannya)
-          Amangkurat I
-          Amangkurat II (adipati Anom)
Perkembangan:
-          Menaklukkan wilayang yang membrontak
-          Anti terhadap Belanda ; merebut Banten
-          Kalender jawa Islam
-          Buku filsafat sastrogending
Keruntuhan :
-          Perebutan kekuasaan antara keturunan Raja yang dimanfaat oelh Belanda untuk melakukan politik adu domba
-          Wilayah sedikit demi sedikit jatuh ke tangan Belanda yang minta imbalan
-          Terbaginya kekuasaan Mataram
Perjanjian Giyanti 13 Februari 1755 mataram kepada Hamangkubuono
Perjanjian Salatigatahun 1757  Mataram kepada Kadipaten Mangkunegoro
Mataram jadi tiga : kesuhunan Pakubuono, kesultanan Hamengkubuono dan kadipaten mangkunegoro
7.      Gowa dan Tallo di Makasar  (1591-1667)
Munculnya : Karena Islam berkembang pesat di Makasar, maka Raja Makasar memeluk Islam dan bergelar Sultan Alauddin.
 Rajanya:
-          Sultan Alauddin (1591-1639)
-          Muhamad Said (1639-1653)
-          Sultan Hasanuddin (1653-1667)
Ø  Semua Raja anti penjajahan baik Portugis dan Belanda
Ø  Keruntuhan :
Arya Palaka bersekutu dengan Belanda yang menghancurkan Hasanuddin dan merebut kembali kerajaan Bon. Terjadilah perjanjian Bongaya 1667 yang merupakan kekalahan Hasanuddin yang isinya Gowa melepaskan kerajaan Bone, Belanda dapat Monopoli dagang, dan penyerahan benteng Roterdam. Dan pata tahun 1669 Hasanuddin memberontak kembali dapat dihancurkan kembali oleh Belanda. Pejuang makasar Kareang Gelasung dan Montemenaro.
8.      Ternate dan Tidore (abad ke-16)
 Munculnya : Karena Penghasil rempah-rempah terbesar  maka Ternate dan Tidore (Maluku) berkembang menjadi kerajaan besar
a.      Ternate
Rajanya:
-          Sultan Marhum (1465-1485)
-          Zainal Abidin (1485-1500)
-          Sultan Sirrulah
-          Sultan Khairun
-          Sultan Baabulah (1575 berhasil mengusir Portugis)
b.      Tidore
Rajanya :
-          Muhammad Naqai (1481)
-          Sultan  Jamaluddin Nuku
Ø  Pada awalnya Ternate dan Tidore hidup berdampingan setelah kedatangan barat tahun 1512.  Ternate dan Portugis bersekutu melawan Tidore dan Spanyol pada tahun 1529 dimenangkan oleh Ternate.
Ø  Tahun 1512 Portugis datang Ternate
Ø  Tahun 1521 Spanyol datang ke Tidore
Ø  Tahun 1574 Ternate dan Tidore bersatu mengusir Portugis (Sultan Babullah)
Ø  Tahun 1605 VOC mendarat di Maluku . Ternate dan Tidore bersatu melawan VOC (Sultan Nuku)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar