Pages

Subscribe:

Kamis, 29 Desember 2011

Tentang Saya dan Mengapa Kuliah Jurnalistik?


Tentang Saya
Yunus Septian Hadi adalah seorang wahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam. Lahir pada tanggal 10 September 1988 di Bojonegoro dan sekarang tinggal di wilayah Indonesia bagian Barat yaitu di Provinsi Riau. Anak pertama dari 4 bersaudara, asli keturunan Jawa, berbadan kecil dan tinggi sekitar 160 cm dan dia biasa di panggil dengan yunus.
Memulai mendidikan dari TK, SD di Tasik Juang Indragiri Hulu Riau, kemudaian melanjutkan MTsN dan MAN di  Denanyar Jombang Jawa Timur dan sampai sekarang masih melanjutkan studi S1 di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Fakultas Tarbiyah di Jurusan Pendidikan Agama Islam dan sekarang sudah semester tujuh.

Rabu, 21 Desember 2011

SEJARAH PERS


SEJARAH PERS
A.    Sejarah Pers
Berbicara perihal dunia pers di Indonesia, tentunya tidak bisa dipisahkan dari hadirnya bangsa Barat di tanah air kita. Memang tidak bisa dimungkiri, bahwa orang Eropa lah, khususnya bangsa Belanda, yang telah “berjasa” memelopori hadirnya dunia pers serta persuratkabaran di Indonesia. Masalahnya sebelum kehadiran mereka, tidak diberitakan adanya media masa yang dibuat oleh bangsa pribumi.
Tentang awal mula dimulainya dunia persurat kabaran di tanah air kita ini, Dr. De Haan dalam bukunya, “Oud Batavia” (G. Kolf Batavia 1923), mengungkap secara sekilas bahwa sejak abad 17 di Batavia sudah terbit sejumlah berkala dan surat kabar. Dikatakannya, bahwa pada tahun 1676 di Batavia telah terbit sebuah berkala bernama Kort Bericht Eropa (berita singkat dari Eropa). Berkala yang memuat berbagai berita dari Polandia, Prancis, Jerman, Belanda, Spanyol, Inggris, dan Denmark ini, dicetak di Batavia oleh Abraham Van den Eede tahun 1676. Setelah itu terbit pula Bataviase Nouvelles pada bulan Oktober 1744, Vendu Nieuws pada tanggal 23 Mei 1780, sedangkan Bataviasche Koloniale Courant tercatat sebagai surat kabar pertama yang terbit di Batavia tahun 1810.
Sejak abad 17 dunia pers di Eropa memang sudah mulai dirintis. Sekalipun masih sangat sederhana, baik penampilan maupun mutu pemberitaannya, surat kabar dan majalah sudah merupakan suatu kebutuhan bagi masyarakat di masa itu. Bahkan, para pengusaha di masa itu telah meramalkan bahwa dunia pers di masa mendatang merupakan lahan bisnis yang menjanjikan. Oleh karena itu, tidak heran apabila para pengusaha persuratkabaran serta para kuli tinta asal Belanda sejak masa awal pemerintahan VOC, sudah berani membuka usaha dalam bidang penerbitan berkala dan surat kabar di Batavia.

PENGERTIAN PERS DAN JURNALISTIK


PENGERTIAN PERS DAN JURNALISTIK

A.    Pengertian Pers
Pers adalah istilah kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Seperti halnya yang sering kita dengar yaitu Jumpa pers artis, jumpa pers mabes polri dan lain sebagainya. Banyak orang berasumsi pers identik dengan seorang wartawan, namun sebenarnya bukan itu saja, melainkan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh media termasuk didalamnya adalah wartawan.
Istilah “pers” berasal dari bahasa Belanda, yang dalam bahasa Inggris berarti press. Secara harfiah pers berarti cetak dan secara maknawiah berarti penyiaran secara tercetak atau publikasi secara dicetak (printed publication).
Dalam perkembangannya pers mempunyai dua pengertian, yakni pers dalam pengertian luas dan pers dalam pengertian sempit. Dalam pengertian luas, pers mencakup semua media komunikasi massa, seperti radio, televisi, dan film yang berfungsi memancarkan/ menyebarkan informasi, berita, gagasan, pikiran, atau perasaan seseorang atau sekelompok orang kepada orang lain. Maka dikenal adanya istilah jurnalistik radio, jurnalistik televisi, jurnalistik pers. Dalam pengertian sempit, pers hanya digolongkan produk-produk penerbitan yang melewati proses percetakan, seperti surat kabar harian, majalah mingguan, majalah tengah bulanan dan sebagainya yang dikenal sebagai media cetak.
Pers mempunyai dua sisi kedudukan, yaitu: pertama ia merupakan medium komunikasi yang tertua di dunia, dan kedua, pers sebagai lembaga masyarakat atau institusi sosial merupakan bagian integral dari masyarakat, dan bukan merupakan unsur yang asing dan terpisah daripadanya. Dan sebagai lembaga masyarakat ia mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lembaga- lembaga masyarakat lainnya.
Pers adalah kegiatan yang berhubungan dengan media dan masyarkat luas. Kegiatan tersebut mengacu pada kegiatan jurnalistik yang sifatnya mencari, menggali, mengumpulkan, mengolah materi, dan menerbitkanya berdasarkan sumber-sumber yang terpercaya dan valid.

Selasa, 22 November 2011

Pengertian, Syarat Wajib, Rukun dan Faedah Puasa

A. Pengertian Puasa

Puasa adalah ibadah pokok yang ditetapkan sebagai salah satu rukun islam. Puasa secara bahasa adalah menahan diri dari sesuatu. Sedangkan secara terminologi, adalah menahan diri pada siang hari dari berbuka dengan disertai niat berpuasa bagi orang yang telah diwajibkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan syarat-syarat yang ditentukan.
Puasa adalah menjaga dari pekerjaan-pekerjaan yang dapat membatalkan puasa seperti makan, minum, dan bersenggama pada sepanjang hari tersebut (sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Puasa diwajibkan atas seorang muslim yang baligh, berakal, bersih dari haidl dan nifas, disertai niat ikhlas semata-mata karena Allah ta'aala.
Di Al-Quran dijelaskan tentang perintah diwajibkannya puasa seperti firman  Allah dalam Al-Quran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُون
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibakan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Burung-Burung Dara di Pusat Kota

Pepohonan yang banyak dan menjulang tinggi mengelilingi alun-alun Malang. Sinar matahari yang tak tampak jelas telah diselimuti oleh awan, air rintik-rintik turun dari awan menendakan hujan mulai turun. Musim hujan telah datang di kota Malang.
Dialun-alun kota Malang terdapat puluhan burung-burung dara. yang memang sudah di tempatkan di alun-alun. Terbang melayang-layang mengelilingi alun-alun, begitu indahnya. Burung merupakan hewan sangat aku gemari dan paling aku sukai.
Burung merpati dan dara termasuk dalam termasuk spesies burung yang sama, yang mencakup sekitar 300 spesies burung. Burung merpati dan dara adalah burung berbadan gempal dengan leher pendek dan paruh ramping pendek. Spesies yang umumnya dikenal sebagai merpati, umum digunakan di banyak kota. Seperti di pusat kota Malang ini.
Di sumatra sering sekali saya menjumpai burung yang hampir sama dengan merpati dan dara. Biasanya burung dara dan merpati membangun sangkarnya dari ranting dan sisa-sisa lainnya, yang ditempatkan di pepohonan, birai, atau tanah, tergantung spesiesnya. Mereka mengerami satu atau dua telur, dan kedua induknya sangat memedulikan anaknya.

Cintailah dan jagalah lingkungan

Kuliah di Alun-Alun Kota Malang


            Hari minggu pukul 14.00 WIB, merupakan hari pertama kali kami dan temen-temen melakukan kegiatan, memahami keadaan dan merasakan yang ada di sekitar kita. Kami semua kelas F matakuliah pendidikan jurnalaistik  Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan kegiatan pembelajaran di luar ruangan.
Pada hari minggu tanggal 20 november 2011, kita melakukan kegiatan pembelajaran di Alun-alun Kota Malang. Kita melakukan kegiatan ini langsung dibimbing oleh bapak Khoirul Anwar, M. Pd yang kebetulan telah selesai memberikan kuliah di masjid agung kota Malang.
Kami semua menuju alun-alun kota, kemudian duduk melingkar di taman, di bawah pohon. Beliau memberikan mata kuliah lapangan, bagaimna memahami keadaan sekitar. Sunggu sangat bermakna apa yang telah beliau berikan pada kami hingga membuat kita semua belajar untuk menggali kemampuan otak. Untuk meningkatkan kemampuan berfikir.

Senin, 21 November 2011

Suasana Alun-Alun Kota Malang


Suasana Alun-Alun Kota Malang

Keindahan kota tak luput dari banyaknya pengunjung yang datang seperti yang terjadi di alun-alun kota Malang. Sore hari yang begitu ramai, suara mengalir bagaikan air di sungai membuat keramaian.
Kota Malang merupakan kota pendidikan, banyak terdapat universitas maupun perguruan tinggi, sehingga banyak sekali mahasiswa dari belahan Indonesia maupun luar negeri yang datang ke kota Malang untuk meninggaktkan kemampuan intelegtual dan pengetahuan.
Alun-alun kota Malang banyak sekali terdapat pepohonan dan tempat untuk bersantai. Banyak pengunjung mulai anak-anak, remaja dan orang tua. Kebanyakan yang datang ke alun-alun kota terutama para remaja, sambil berpasangan duduk termenung melihat keindahan dan keramaian kota Malang.
Keramain alun-alun kota Malang disebabkan karena merupakan pusat kota dimana disekitar alun-alun kota terdapat Ramayana, swalayan, Masjid Agung, Kantor Pos, kantor pemerintahan dan lain sebagainya. Mulai pedagang yang sibuk dengan berjualan dan pegawai yang sibuk melakukan kewajibannya dan para polisi yang menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
Pada hari minggu dapat terlihat banyak pengunjung yang datang, menghabiskan waktuya untuk bersenang-senang. Banyak sekali pedagang yang ada di alun-alun, untuk mencari uang dan tak kalah banyaknya juga pengamen.
Pemandangan yang begitu beranekaragam mulai tumbuhan hingga manusia membuat begitu ramai. Belajar memahami disekeliling kita bahwa dalam kehidupan banyak sekali perjuangan. Seperti apa yang telah kita lihat betapa sulitnya, mencari rizeki seperti yang dilakukan oleh pedagang asongan yang berjualan di alun-alun kota Malang.