Pages

Subscribe:

Kamis, 29 Desember 2011

Artikel Proximity (Menjadi Entrepreneur Cukup Bermodal Sejuta dan Komunikasi)


Rektor UIN Maliki Malang melalui Unit Kemahasiswaan juga membekali mahasiswanya di bidang kewirausahaan. Oleh sebab itu, hari ini Kemahasiswaan UIN Maliki Malang mengadakan workshop dengan tema Peningkatan Kompetensi Kewirausahaan Mahasiswa, bertempat di Gedung Rektorat Lt.5 UIN Maliki Malang.
Tampak hadir sebagai pemateri Pemimpin Pondok Pesantren di Bondowoso K.H Ma`shum Al Laissy dan Presenter Indosiar Tina Talisa. Mengawali materinya, Kyai haji yang pandai berbahasa Cina tersebut berdalil bahwa uang bukan segala-galanya, tetapi kalau tidak ada uang maka tidak akan bisa berbuat apa-apa. Namun semuanya harus memiliki cara yang sesuai aturan. Mengikuti jejak Rasulullah SAW, kyai yang terkenal di Jawa Timur tersebut juga berkecimpung di dunia usaha, yang berpedoman pada cara Rasulullah dalam berdagang.

Artikel Populer Bagaimana Menulis dengan Efektif


Banyak orang berasumsi bahwa hanya dengan mengambil pulpen, penulis sejati mampu mengalirkan kata-kata dari awal sampai akhir. Seorang penulis sejati mengerti bahwa ada proses di dalam menulis. Jika Anda memerhatikan enam prinsip dalam menulis di bawah ini, maka Anda akan dapat menulis dengan mudah.
1.      Perencanaan
Perencanaan adalah proses mengumpulkan ide dan memikirkan fokus dari tulisan Anda. “Tulis yang Anda tahu” adalah ungkapan yang diakui secara luas dalam dunia penulis karena hal itu adalah kebenaran mutlak! Seorang pembaca tahu apakah Anda mengerti apa yang Anda katakan atau Anda hanya menuliskan daftar fakta-fakta yang Anda ambil dari referensi Anda. Titik beratkan talenta Anda untuk menjadi seorang ahli atau penguasa di bidang studi pilihan Anda. Titik beratkan gagasan Anda pada topik yang telah Anda pilih. Tujuan Anda adalah menulis dan pembaca yang akan membaca tulisan Anda.
2.      Pembentukan
Setiap penulis memiliki proses berpikir yang berbeda, namun cara berpikir itu harus dituangkan dalam sebuah urutan logis yang dapat dimengerti pembaca. Urutan klimaktik (clicmatic order), mulai dari hal yang kurang penting dan dibangun sampai pada hal terpenting. Urutan kronologis (chronological order), mengalir seturut rangkaian waktu. Dan urutan spasial (spatial order), mengacu pada lokasi fisik. Tentukan peran yang akan Anda mainkan dalam tulisan Anda dan kemudian atur bahan-bahan Anda secara efektif, namun dengan gaya yang orisinil yang menyatakan minat dan bakat Anda kepada pembaca.

Artikel Populer Aktualitas (Mengubah Budaya Lisan Menjadi Budaya Tulis)


Budaya lisan saat ini tetap lestari keberadaannya di masyarakat. Budaya lisan ini terbukti dengan adanya beragam cerita atau dongeng tersendiri, diceritakan dari generasi ke generasi berikutnya. Sebagai contoh yaitu Dongeng Kancil, Malin Kundang, Terjadinya Danau Toba, Kisah Tangkuban Perahu, dan masih banyak dongeng yang lainnya. Hal ini menunjukkan betapa dahulu kala budaya lisan sudah dikenal oleh masyarakat dan telah dijalani dengan baik dan tetap bertahan sampai sekarang.
Dewasa ini dalam dunia pendidikan masih ada pola pembelajaran sentralistik klasikal, dimana guru atau tutor merupakan orang yang dianggap “serba tahu”. Proses pembelajaran yang selalu berdasarkan cerita atau penjelasan dari guru dan tutor masih dominan dilakukan. Demikian juga proses pembelajaran yang dilakukan di rumah, orang tua seringkali terlalu kaku atau kurang fleksibel dalam memberikan nasehat, komunikasi yang dilakukan cenderung satu arah. Anak-anak hanya mendengar, dan wajib mendengar dengan baik atas ucapan orang tuanya tanpa adanya suatu argumentasi yang dapat muncul.
Budaya lisan juga dikenal sebagai budaya pandang dengar. Televisi juga merupakan bentuk kedua budaya ini, kebanyakan orang lebih suka mengikuti berita di televisi daripada membaca koran. Seperti halnya sebagai contoh konkret, meskipun telah diumumkan secara tertulis di papan pengumuman, orang merasa belum diberi tahu bila belum diumumkan secara lisan.

Mengapa Perlu Mata Kuliah Jurnalistik Di Fakultas Tarbiyah UIN Maliki Malang


Pendidikan jurnalistik adalah salah satu ilmu yang sangat mendasar tentang bagaimana cara menulis yang baik dan benar. Oleh karena itu Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah salah satu jurusan di Fakultas Tarbiyah UIN Maliki Malang memasukkan mata kuliah pendidikan jurnalistik sebagai salah satu matakuliah yang wajib diambil.
Dengan demikian mata kuliah pendidikan Jurnalistik dalam jurusan pendidikan agama Islam karena mahasiswa agar mampu dan dapat mengembangkan kemapuannya dalam menulis agar tidak salah ketika mengerjakan apa yang ia pelajari.
Pendidikan jurnalistik sangatlah penting sekali untuk di pelajari. Dengan zaman yang semakin lama semakin maju dan harus mempunyai keterampilan yang mumpuni dalam persaingan dalam kehidupan. Tidah hanya pandai dalam pikiran tapi bagaimana dapat menggambarkan kepandaian itu dalam bentuk tulisan maupun dalam bicara.
Dengan demikian mahasiswa ketika belajar mata kuliah jurnalistik maka akan dapat lebih kompeten dan profesional dalam melaksanakan ilmu yang dimilikianya.

Tentang Saya dan Mengapa Kuliah Jurnalistik?


Tentang Saya
Yunus Septian Hadi adalah seorang wahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam. Lahir pada tanggal 10 September 1988 di Bojonegoro dan sekarang tinggal di wilayah Indonesia bagian Barat yaitu di Provinsi Riau. Anak pertama dari 4 bersaudara, asli keturunan Jawa, berbadan kecil dan tinggi sekitar 160 cm dan dia biasa di panggil dengan yunus.
Memulai mendidikan dari TK, SD di Tasik Juang Indragiri Hulu Riau, kemudaian melanjutkan MTsN dan MAN di  Denanyar Jombang Jawa Timur dan sampai sekarang masih melanjutkan studi S1 di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Fakultas Tarbiyah di Jurusan Pendidikan Agama Islam dan sekarang sudah semester tujuh.

Rabu, 21 Desember 2011

SEJARAH PERS


SEJARAH PERS
A.    Sejarah Pers
Berbicara perihal dunia pers di Indonesia, tentunya tidak bisa dipisahkan dari hadirnya bangsa Barat di tanah air kita. Memang tidak bisa dimungkiri, bahwa orang Eropa lah, khususnya bangsa Belanda, yang telah “berjasa” memelopori hadirnya dunia pers serta persuratkabaran di Indonesia. Masalahnya sebelum kehadiran mereka, tidak diberitakan adanya media masa yang dibuat oleh bangsa pribumi.
Tentang awal mula dimulainya dunia persurat kabaran di tanah air kita ini, Dr. De Haan dalam bukunya, “Oud Batavia” (G. Kolf Batavia 1923), mengungkap secara sekilas bahwa sejak abad 17 di Batavia sudah terbit sejumlah berkala dan surat kabar. Dikatakannya, bahwa pada tahun 1676 di Batavia telah terbit sebuah berkala bernama Kort Bericht Eropa (berita singkat dari Eropa). Berkala yang memuat berbagai berita dari Polandia, Prancis, Jerman, Belanda, Spanyol, Inggris, dan Denmark ini, dicetak di Batavia oleh Abraham Van den Eede tahun 1676. Setelah itu terbit pula Bataviase Nouvelles pada bulan Oktober 1744, Vendu Nieuws pada tanggal 23 Mei 1780, sedangkan Bataviasche Koloniale Courant tercatat sebagai surat kabar pertama yang terbit di Batavia tahun 1810.
Sejak abad 17 dunia pers di Eropa memang sudah mulai dirintis. Sekalipun masih sangat sederhana, baik penampilan maupun mutu pemberitaannya, surat kabar dan majalah sudah merupakan suatu kebutuhan bagi masyarakat di masa itu. Bahkan, para pengusaha di masa itu telah meramalkan bahwa dunia pers di masa mendatang merupakan lahan bisnis yang menjanjikan. Oleh karena itu, tidak heran apabila para pengusaha persuratkabaran serta para kuli tinta asal Belanda sejak masa awal pemerintahan VOC, sudah berani membuka usaha dalam bidang penerbitan berkala dan surat kabar di Batavia.

PENGERTIAN PERS DAN JURNALISTIK


PENGERTIAN PERS DAN JURNALISTIK

A.    Pengertian Pers
Pers adalah istilah kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Seperti halnya yang sering kita dengar yaitu Jumpa pers artis, jumpa pers mabes polri dan lain sebagainya. Banyak orang berasumsi pers identik dengan seorang wartawan, namun sebenarnya bukan itu saja, melainkan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh media termasuk didalamnya adalah wartawan.
Istilah “pers” berasal dari bahasa Belanda, yang dalam bahasa Inggris berarti press. Secara harfiah pers berarti cetak dan secara maknawiah berarti penyiaran secara tercetak atau publikasi secara dicetak (printed publication).
Dalam perkembangannya pers mempunyai dua pengertian, yakni pers dalam pengertian luas dan pers dalam pengertian sempit. Dalam pengertian luas, pers mencakup semua media komunikasi massa, seperti radio, televisi, dan film yang berfungsi memancarkan/ menyebarkan informasi, berita, gagasan, pikiran, atau perasaan seseorang atau sekelompok orang kepada orang lain. Maka dikenal adanya istilah jurnalistik radio, jurnalistik televisi, jurnalistik pers. Dalam pengertian sempit, pers hanya digolongkan produk-produk penerbitan yang melewati proses percetakan, seperti surat kabar harian, majalah mingguan, majalah tengah bulanan dan sebagainya yang dikenal sebagai media cetak.
Pers mempunyai dua sisi kedudukan, yaitu: pertama ia merupakan medium komunikasi yang tertua di dunia, dan kedua, pers sebagai lembaga masyarakat atau institusi sosial merupakan bagian integral dari masyarakat, dan bukan merupakan unsur yang asing dan terpisah daripadanya. Dan sebagai lembaga masyarakat ia mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lembaga- lembaga masyarakat lainnya.
Pers adalah kegiatan yang berhubungan dengan media dan masyarkat luas. Kegiatan tersebut mengacu pada kegiatan jurnalistik yang sifatnya mencari, menggali, mengumpulkan, mengolah materi, dan menerbitkanya berdasarkan sumber-sumber yang terpercaya dan valid.