Pages

Subscribe:

Kamis, 29 Desember 2011

Teman, Dosen dan Lingkungan Belajar


 Dalam belajar mengajar pasti terdapat pengajar dan peserta didik, begitu juga dalam kegiatan pembelajaran di kampus terdapat Mahasiswa-mahasiswi dan dosen. Kegian belajar mahasiswa sangat berbeda dengan kegiatan belajar ketika kita maish dalam skolah dasar/Madrasah Ibtidaiyah, SMP/MTs ataupun ketika MA/SMA.
Dalam kelas F mata kuliah pendidikan Jurnalistik semester 7 yang sedang saya tempuh terdapat 32 Mahasiswa-Mahasiswi. Mata kuliah Jurnalistik dipasarkan semester 7 yang langsung di bimbing oleh salah satu dosen yang sangat ahli dalam bidang Jurnalistik beliau merupakan orang nomor satu dilingkungan Radar Malang yaitu sebagai pimpinan Radar Malang.  

Feature (Kontrakan yang Nyaman)


Saya adalah mahasiswa UIN Maliki Malang tinggal di Sumbersari Gang 3 bersama dengan tiga orang yang kebetulan ketiga temen saya adalah sama-sama  kuliah di kampus yang sama. Ketiga teman saya bernama Gozi Arif Fajri berasal dari Tulung Agung, Pogal Indra Musugga berasal dari Trenggalek dan Syaiful Arifin yang berasal dari Probolinggo.
Ketiga temen saya ini satu angkatan 2008, Gozi dan Pogal sama-sama jurusan Teknik dan Informatika sedangkan saya dan Saiful sama-sama jurusan Pendidikan Agama Islam. Jadi, dua jurusan Teknik dan Informatika dan duanya lagi jurusan Pendidikan Agama Islam.
Kami berempat tinggal di rumah yang di kontrakan oleh pemiliknya pak Sutarno beliau adalah TNI Angkatan Laut yang bertugas di daerah Surabaya. Rumah yang kita tinggali ini relatif kecil hanya berlantai dua, di cat dengan warna kuning. Rumah ini cukup strategis karena disamping kanan dan depan terdapat warung makan, dan tak jauh dari warnet.
Tetangga di samping tempat yang kami tinggali ramah-ramah dan baik kepada kita, sampai-sampai sering mengundang acara tahlilan, yasinan bahkan sering memberikan makanan kepada saya dan teman-teman.

Artikel Situasional (Asal Mula Hari Ibu di Indonesia)


Hari ini seluruh masyarakat Indonesia merayakan Hari Ibu. Begitu juga di lingkungan kampus UIN Maliki Malang juga sebagian kaum hawa (perenpuan) memperingati Hari ibu.  Sebuah peringatan terhadap peran seorang perempuan dalam keluarganya, baik itu sebagai istri untuk suaminya, ibu untuk anak-anaknya, maupun untuk lingkungan sosialnya.
Peringatan Hari Ibu diawali dari berkumpulnya para pejuang perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatra dan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Salah satu hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Namun penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Bahkan, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember ini sebagai Hari Ibu melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959.

Artikel Proximity (Menjadi Entrepreneur Cukup Bermodal Sejuta dan Komunikasi)


Rektor UIN Maliki Malang melalui Unit Kemahasiswaan juga membekali mahasiswanya di bidang kewirausahaan. Oleh sebab itu, hari ini Kemahasiswaan UIN Maliki Malang mengadakan workshop dengan tema Peningkatan Kompetensi Kewirausahaan Mahasiswa, bertempat di Gedung Rektorat Lt.5 UIN Maliki Malang.
Tampak hadir sebagai pemateri Pemimpin Pondok Pesantren di Bondowoso K.H Ma`shum Al Laissy dan Presenter Indosiar Tina Talisa. Mengawali materinya, Kyai haji yang pandai berbahasa Cina tersebut berdalil bahwa uang bukan segala-galanya, tetapi kalau tidak ada uang maka tidak akan bisa berbuat apa-apa. Namun semuanya harus memiliki cara yang sesuai aturan. Mengikuti jejak Rasulullah SAW, kyai yang terkenal di Jawa Timur tersebut juga berkecimpung di dunia usaha, yang berpedoman pada cara Rasulullah dalam berdagang.

Artikel Populer Bagaimana Menulis dengan Efektif


Banyak orang berasumsi bahwa hanya dengan mengambil pulpen, penulis sejati mampu mengalirkan kata-kata dari awal sampai akhir. Seorang penulis sejati mengerti bahwa ada proses di dalam menulis. Jika Anda memerhatikan enam prinsip dalam menulis di bawah ini, maka Anda akan dapat menulis dengan mudah.
1.      Perencanaan
Perencanaan adalah proses mengumpulkan ide dan memikirkan fokus dari tulisan Anda. “Tulis yang Anda tahu” adalah ungkapan yang diakui secara luas dalam dunia penulis karena hal itu adalah kebenaran mutlak! Seorang pembaca tahu apakah Anda mengerti apa yang Anda katakan atau Anda hanya menuliskan daftar fakta-fakta yang Anda ambil dari referensi Anda. Titik beratkan talenta Anda untuk menjadi seorang ahli atau penguasa di bidang studi pilihan Anda. Titik beratkan gagasan Anda pada topik yang telah Anda pilih. Tujuan Anda adalah menulis dan pembaca yang akan membaca tulisan Anda.
2.      Pembentukan
Setiap penulis memiliki proses berpikir yang berbeda, namun cara berpikir itu harus dituangkan dalam sebuah urutan logis yang dapat dimengerti pembaca. Urutan klimaktik (clicmatic order), mulai dari hal yang kurang penting dan dibangun sampai pada hal terpenting. Urutan kronologis (chronological order), mengalir seturut rangkaian waktu. Dan urutan spasial (spatial order), mengacu pada lokasi fisik. Tentukan peran yang akan Anda mainkan dalam tulisan Anda dan kemudian atur bahan-bahan Anda secara efektif, namun dengan gaya yang orisinil yang menyatakan minat dan bakat Anda kepada pembaca.

Artikel Populer Aktualitas (Mengubah Budaya Lisan Menjadi Budaya Tulis)


Budaya lisan saat ini tetap lestari keberadaannya di masyarakat. Budaya lisan ini terbukti dengan adanya beragam cerita atau dongeng tersendiri, diceritakan dari generasi ke generasi berikutnya. Sebagai contoh yaitu Dongeng Kancil, Malin Kundang, Terjadinya Danau Toba, Kisah Tangkuban Perahu, dan masih banyak dongeng yang lainnya. Hal ini menunjukkan betapa dahulu kala budaya lisan sudah dikenal oleh masyarakat dan telah dijalani dengan baik dan tetap bertahan sampai sekarang.
Dewasa ini dalam dunia pendidikan masih ada pola pembelajaran sentralistik klasikal, dimana guru atau tutor merupakan orang yang dianggap “serba tahu”. Proses pembelajaran yang selalu berdasarkan cerita atau penjelasan dari guru dan tutor masih dominan dilakukan. Demikian juga proses pembelajaran yang dilakukan di rumah, orang tua seringkali terlalu kaku atau kurang fleksibel dalam memberikan nasehat, komunikasi yang dilakukan cenderung satu arah. Anak-anak hanya mendengar, dan wajib mendengar dengan baik atas ucapan orang tuanya tanpa adanya suatu argumentasi yang dapat muncul.
Budaya lisan juga dikenal sebagai budaya pandang dengar. Televisi juga merupakan bentuk kedua budaya ini, kebanyakan orang lebih suka mengikuti berita di televisi daripada membaca koran. Seperti halnya sebagai contoh konkret, meskipun telah diumumkan secara tertulis di papan pengumuman, orang merasa belum diberi tahu bila belum diumumkan secara lisan.

Mengapa Perlu Mata Kuliah Jurnalistik Di Fakultas Tarbiyah UIN Maliki Malang


Pendidikan jurnalistik adalah salah satu ilmu yang sangat mendasar tentang bagaimana cara menulis yang baik dan benar. Oleh karena itu Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah salah satu jurusan di Fakultas Tarbiyah UIN Maliki Malang memasukkan mata kuliah pendidikan jurnalistik sebagai salah satu matakuliah yang wajib diambil.
Dengan demikian mata kuliah pendidikan Jurnalistik dalam jurusan pendidikan agama Islam karena mahasiswa agar mampu dan dapat mengembangkan kemapuannya dalam menulis agar tidak salah ketika mengerjakan apa yang ia pelajari.
Pendidikan jurnalistik sangatlah penting sekali untuk di pelajari. Dengan zaman yang semakin lama semakin maju dan harus mempunyai keterampilan yang mumpuni dalam persaingan dalam kehidupan. Tidah hanya pandai dalam pikiran tapi bagaimana dapat menggambarkan kepandaian itu dalam bentuk tulisan maupun dalam bicara.
Dengan demikian mahasiswa ketika belajar mata kuliah jurnalistik maka akan dapat lebih kompeten dan profesional dalam melaksanakan ilmu yang dimilikianya.