Pages

Subscribe:

Rabu, 10 April 2013

PENGERTIAN HIJRAH DAN RASUL

          Pengertian Hijrah
Hijrah adalah berpindah, meninggalkan, berpaling, dan tidak mempedulikan lagi. Mempunyai beberapa pengertian, yaitu (1) kaum muslimin meninggalkan negeri asalnya yang beradadibawah kekuasaan pemerintah yang kafir; (2) menjauhkan diri dari dosa; dan (3) permulaan tarikh Islam. 
Kata hijrah berasal dari bahasa arab yang berarti meninggalkan suatu perbuatan atau menjauhkan diri dari perbuatan  atau berpisah dari suatu tempat ke tempat yang lain. Adapun arti menurut syariat hijrah itu ada tiga macam, yaitu sebagai berikut: 
a.       Hijrah dari meninggalkan semua perbuatan yang dilarang oleh Allah. Hijrah itu wajib dikerjakan oleh setiap orang yang mengaku beragama Islam. Nabi saw bersabda, “ orang yang berhijah itu ialah orang yang meninggalkan segala apa yang Allah telah melarang darinya” (HR Imam Bukhari dan lainnya dari Abdullah bin Umar r.a.). Jadi, siapa saja dari orang-orang islam yang telah meninggalkan semua perbuatan yang dilarang oleh Allah, ia termasuk orang yang berhijrah dalam pengertian yang pertama ini. 
b.      Hijrah (mengasingkan) diri dari pergaulan dengan orang-orang musyrik atau orang-orang kafir yang memfitnah orang-orang yang memeluk Islam. Maka, hijrah wajib juga wajib dikerjakan setiap orang Islam. Jadi, orang Islam yang tidak dapat mengerjakan perintah-perintah Islam dan menjauhi larangan-larangan Islam disuatu kampung, kota, daerah atau negeri, disebabkan oleh adanya fitnah yang diperbuat oleh orang-orang kafir atau orang-orang musyrik, wajib baginya untuk mengasingkan diri ke kampung, kota, daerah atau negeri lainnya yang kiranya dapat digunakan untuk mengerjakan perintah-perintah islam dan menjauhi larangan-larangannya. 
c.       Hijrah (berpindah) dari negeri atau daerah orang-orang kafir atau musyrik ke negara atau daerah orang-orang muslim, seprti hijrah Nabi saw kaum muslimin sari Makah ke Madinah. Hijrah ini pun wajib pula dikerjakan oleh setiap orang Islam yang berdiam atau tinggal di negari atau daerah orangorang kafir atau musyrik, padahal ia tidak kuasa membongkar atau memusnahkan keadaan-keadaan dan perbuatan-perbuatan meraka yang nyata-nyata dilarang oleah Allah. Oleh karena itu kaum muslimin wajib berpindah (berhijrah) kenegeri atau daerah yang lain yang kiranya dapat jauh dari pada keadaan-keadaan dan perbuatan-perbuatan yang terkutuk oleh Allah itu.

Pengertian Rasul 
Rasul adalah orang yang diutus oleh Allah SWT untuk menyampaikan wahyu kepada umatnya. Secara etimologis rasul berarti utusan atau kurir,orang yang diutus menyampaikan berita rahasia, tanda atau alamat terhadap hal-hal yang akan datang dan risalah atau misi. 
Sifat-sifat Rasul 
Sebagai utusan Tuhan untuk menyampaikan wahyukepada umat, Rasul memiliki sifat-sifat yang mulia dan agung. Sifat utama yang dimilikiitu ialah sidik, amanah, tablig, dan fatanah. 
Tugas-tugas Rasul 
Sebagai utusan Tuhan, rasul-rasul itu mempunyai tugas :  
a. Memberikan penjelasan kepada manusia tentang Allah yang Maha Esa, sifat-sifatnya, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah ketuhanan.
b. Menjelaskan Kebesaran Allah dalam berbagai aspeknya, termasuk mengenai ketinggian kadar-Nya, kekuasan-Nya, kemuliaan-Nya dan kehendak-Nya.
c. Mengajak manusia untuk memiliki moral yang baik, berakhlak mulia dan hidup beradap. 
d. Menjelaskan cara-cara kepada manusia untuk memuliakan dan membesarkan Allah swt dalam bentuk kegiatan-kegiatan ibadah dan menjauhi larangan Tuhan serta perbuatan jahat. Rasul juga menjelaskan tentang pahala dan dosa. 
e. Memberikan aturan-aturan kehidupan manusia untuk memelihara mereka dari hal-hal yang dapat merugikan manusia itu sendiri. Aturan tersebut merupakan hukum dari tuhan yang harus ditaati, baik aturan mengenai pergaulan antar sesama (muamalah), perkawinan (munakahah, nikah), pidana (jinayah) maupun aturan aturan lainnya. 
f.  Mendorong manusia untuk giat dan gigih dalam berusaha mencapai kehidupan yang baik didunia dan akhirat, dan mencegah manusia bersifat malas. 
g.  Menyatukan kepercayaan manusia untuk mengabdi kepada satu Tuhan. 
h. Membawa manusia untuk memalingkan hawa nafsu mereka dari mengecap kelezatan dunia yang fana untuk mencapai cita-cita yang tinggi. 
i. Menyampaikan berita-berita yang gaib yang diizinkan tuhan untuk disampaikan, seperti tentang malaikat, jin, dan hal-hal yang akan terjadi diakhirat nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar