Pages

Subscribe:

Kamis, 29 Desember 2011

Artikel Populer Bagaimana Menulis dengan Efektif


Banyak orang berasumsi bahwa hanya dengan mengambil pulpen, penulis sejati mampu mengalirkan kata-kata dari awal sampai akhir. Seorang penulis sejati mengerti bahwa ada proses di dalam menulis. Jika Anda memerhatikan enam prinsip dalam menulis di bawah ini, maka Anda akan dapat menulis dengan mudah.
1.      Perencanaan
Perencanaan adalah proses mengumpulkan ide dan memikirkan fokus dari tulisan Anda. “Tulis yang Anda tahu” adalah ungkapan yang diakui secara luas dalam dunia penulis karena hal itu adalah kebenaran mutlak! Seorang pembaca tahu apakah Anda mengerti apa yang Anda katakan atau Anda hanya menuliskan daftar fakta-fakta yang Anda ambil dari referensi Anda. Titik beratkan talenta Anda untuk menjadi seorang ahli atau penguasa di bidang studi pilihan Anda. Titik beratkan gagasan Anda pada topik yang telah Anda pilih. Tujuan Anda adalah menulis dan pembaca yang akan membaca tulisan Anda.
2.      Pembentukan
Setiap penulis memiliki proses berpikir yang berbeda, namun cara berpikir itu harus dituangkan dalam sebuah urutan logis yang dapat dimengerti pembaca. Urutan klimaktik (clicmatic order), mulai dari hal yang kurang penting dan dibangun sampai pada hal terpenting. Urutan kronologis (chronological order), mengalir seturut rangkaian waktu. Dan urutan spasial (spatial order), mengacu pada lokasi fisik. Tentukan peran yang akan Anda mainkan dalam tulisan Anda dan kemudian atur bahan-bahan Anda secara efektif, namun dengan gaya yang orisinil yang menyatakan minat dan bakat Anda kepada pembaca.

3.      Penulisan Draf
Setelah Anda mengumpulkan ide-ide dan membentuk gaya penyajian, susunlah kalimat ke dalam bentuk paragraf. Tidak ada yang lebih menyenangkan selain menulis sebuah kalimat yang sempurna; sebuah kalimat yang menyampaikan informasi kepada pembaca dalam bentuk pemikiran yang orisinal. Shakespeare adalah ahlinya dalam hal mengembangkan kata-kata yang masih kita pakai hingga saat ini. Tujuan dari penyusunan draf adalah melangkah maju. Jangan menatap sebuah halaman kosong, tulislah dengan bebas dan biarkan terus mengalir. Penyusunan draf tidak harus sempurna, itulah mengapa mereka menyebutnya dengan istilah draf awal. Jangan hiraukan ejaan dan tata bahasa pada draf-draf awal dan biarkan kata-kata mengalir.
4.      Revisi
Kembalilah dan evaluasi draf Anda. Tulis ulang draf Anda dengan menambahkan, memotong, mengganti, dan memindahkan tulisan-tulisan pada draf agar lebih jelas. Untuk merevisi secara efektif, evaluasilah apa yang telah Anda tulis. Putuskan di mana Anda harus menambah informasi atau menyisipkan kata-kata. Temukan tulisan-tulisan yang tidak berguna dan menyimpang. Tetap fokus pada topik Anda! Ganti kata-kata lama dengan kata-kata baru, khususnya ketika Anda menemukan kata yang terus-menerus diulang. Pindahkan bahan-bahan Anda atau ubah urutan paragraf jika materi Anda tidak tersaji dalam urutan yang logis. Menulis adalah persoalan merevisi.
5.      Menyunting
Menyunting adalah langkah kunci yang sering kali dilewatkan penulis. Para penulis cukup puas dengan langkah terakhir revisi, jadi mereka tidak meluangkan waktu ekstra untuk menyunting tulisan dan kebenaran teknis mekanisnya. Jika menyunting terlalu cepat, mungkin Anda akan melewatkan fakta bahwa pesan dalam tulisan tidak tersampaikan dengan efektif. Untuk benar-benar menyunting tulisan secara efektif, jauhilah tulisan Anda selama beberapa jam, lalu kembalilah lagi. Anda akan terkejut melihat betapa banyak kesalahan yang terlewatkan oleh mata Anda.
Penyuntingan memerhatikan: tata bahasa, ejaan, tanda hubung, tanda koma, tanda titik koma, tanda baca, huruf kapital, huruf miring, nomor, dan singkatan.
6.      Baca Akhir 
Langkah terakhir adalah membaca akhir tulisan Anda. Anda memastikan bahwa hasil akhir tulisan Anda akurat dan bersih. Langkah ini berbeda dengan penyuntingan karena langkah ini hanya fokus pada kesalahan ketik yang mata Anda lewatkan. Kebanyakan program pengolah kata memiliki “spell checker”, namun periksalah lagi bahwa Anda telah menngunakan kata yang benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar